MENGETAHUI IDENTIFIKASI SEGMEN PASAR DAN MEMILIH PASAR SASARAN
Banyak
perusahaan saat ini yang menyadari pentingya melakukan segmentasi pasar
terlebih dulu sebelum menetapkan strategi pemasaran mereka. Hal ini disebabkan
beberapa alasan antara lain: dinamika pasar yang selalu berubah dimana konsumen
menjadi lebih terdiversifikasi ditinjau dari kebutuhan, sikap dan gaya hidup
mereka; serta perusahaan pesaing yang sudah semakin banyak melakukan pendekatan
segmentasi konsumen dalam strategi pemasarannya karena dinilai lebih
menguntungkan. Ketika menentukan pasar yang ingin dimasuki, praktisi pemasaran
harus mengidentifikasi kebutuhan spesifik dari kelompokkelompok konsumen
(segmen) yang terdapat dalam masyarakat. Selanjutnya adalah memilih satu atau
lebih dari segmen-segmen itu sebagai target dan merancang program pemasaran
yang diarahkan kepada masing-masing target pasar bersangkutan. Identifikasi
pasar sasaran mencakup kegiatan untuk mengelompokan konsumen yang memiliki gaya
hidup, kebutuhan dan kesukaan yang sama. Dalam hal ini, pemasar harus
mendapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai kebutuhan konsumen. Semakin
banyak informasi yang diketahui pemasar mengenai kebutuhan konsumen maka akan
semakin efektif tugas pemasar dalam melakukan program komunikasi pemasaran.
Pemasar dewasa ini bersaing hampir pada seluruh jenis produk dan mereka terus
mencari cara untuk melakukan segmentasi pasar dalam upaya untuk dapat lebih
memuaskan kebutuhan konsumen mereka. Proses pemasaran yang berhasil terdiri
dari serangkaian langkah yang berkesinambungan yang menurut Philip Kottler
(1980) terdiri atas tiga tahap yaitu segmentasi, targeting dan positioning.
Segmentasi pasar pada dasarnya adalah suatu strategi untuk memahami struktur
konsumen. Sedangkan targeting atau menentukan target pasar adalah persoalan
bagaimana memilih, menyeleksi dan menjangkau konsumen. Setelah pasar sasaran
dipilih, maka proses selanjutnya adalah melakukan segmentasi pasar.
A. Tingkat
Segmentasi Pasar
Titik awal untuk
mendiskusikan segmentasi adalah pemasaran massal, dimana penjual melakukan
produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal dari satu produk untuk
semua pembei. Pemasaran massal dilakukan karena pemasaran massal menciptakan
pasar potensial terbesar yang menghasilkan biaya terendah dan kemudian berujung
pada harga yang lebih murah atau margin yang lebih tinggi. Namun, sebagian
besar perusahaan beralih ke pemasaran mikro pada satu dari empat tingkat,
yakni:
1. Pemasaran
Segmenr
Tugas pemasar adalah
mengidentifikasi segmen dan memutuskan segmen mana yang akan dibidik. Ahli
pemasaran mendorong pemasar untuk memberikan penawaran pasar yang fleksibel.
Penawaran pasar yang fleksibel terdiri dari dua bagian: Solusi telanjang yang berisi elemen produk
dan jasa yang dihargai oleh semua anggota segmen Opsi terbuka yang dihargai
oleh beberapa anggota segmen.
Kita dapat menentukan karakter segmen pasar dengan tiga cara: Preferensi Homogen, ada ketika semua konsumen memiliki preferensi yang hamper sama. Preferensi Terdifusi, mempunyai preferensi yang sangat bervariasi. Preferensi Kelompok, yang dihasilkan ketika segmen pasar alami muncul dari kelompok konsumen dengan preferensi yang sama.
Kita dapat menentukan karakter segmen pasar dengan tiga cara: Preferensi Homogen, ada ketika semua konsumen memiliki preferensi yang hamper sama. Preferensi Terdifusi, mempunyai preferensi yang sangat bervariasi. Preferensi Kelompok, yang dihasilkan ketika segmen pasar alami muncul dari kelompok konsumen dengan preferensi yang sama.
2. Pemasaran
Ceruk
Ceruk adalah kelompok pelanggan
yang lebih sempit yang mencari bauran manfaat yang berbeda.pemasar biasanya
mengidentifikasi ceruk dengan membagi satu segmen menjadi subsegmen.
3. Pemasaran
Lokal
Pemasaran lokal mencerminkan tren
yang sedang tumbuh, disebut pemasaran akar rumput, dimana kegiatan pemasaran
berkonsentrasi untuk berada sedekat mungkin dan secara pribadi serelevan
mungkin dengan pelanggan individu. Orang yang menyukai pemasaran lokal melihat
iklan nasional sebagai sesuatu yang percuma karena terlalu “jauh” dan gagal menghantarkan
kebutuhan lokal. Orang yang menentang pemasaran lokal berpendapat bahwa
pemasaran lokal meningkatkan biaya manufaktur dan pemasaran dengan mengurangi
skala keekonomisan dan memperbesar masalah logistik.
4. Pemasaran
Individual
Tingkat segmentasi terakhir
mengarah ke pemasaran yang disesuaikan (customized). Custumorization
menggabungkan penyesuaikan massal yang digerakkan secara operasional dengan
pemasaran yang disesuaikan dalam cara yang memberdayakan onsumen untuk
merancang penawaran produk dan jasa pilihan mereka. Penyesuaian (customization)
tentunya tidak berlaku umum untuk semua perusahaan. Penyesuaian dapat sangat
sulit diimplementasikan untuk produk yang kompleks.
B. Dasar Segmentasi
Pasar Konsumen
1. Segmentasi
Geografis
Segmentasi geografis memerlukan
pembagian pasar menjadi berbagai unit demografis. Beberapa pendekatan
menggabungkan data geografis dengan data demografis untuk mendapatkan deskripsi
yang jauh lebih kaya tentang pelanggan dan lingkungan sekitar mereka. Ada lima
kategori luas, yakni: Pendidikan dan kekayaan, Siklus hidup keluarga,
Urbanisasi, Ras dan etnis, Mobilitas.
2. Segmentasi
Demogafis
Segmentasi demografis membagi
pasar menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel. Berikut 6 variabel yang
diukur: (1) Usia dan tahap siklus hidup, (2) Tahap kehidupan, tahap kehidupan
mempresentasikan peluang bagi pemasar yang dapat membantu masyarakat mengatasai
masalah utama mereka, (3) Jenis kelamin, (4) Pendapatan, (5) Generasi, dan (6)
Kelas sosial.
C. Prosedur
Segmentasi Pasar
1. Undifferentiated
Marketing :
Perusahaan meninjau pasar secara
keseluruhan dan memusatkan kesamaan kebutuhan konsumen dengan mengembangkan
produk tunggal untuk memenuhi keinginan banyak orang.
2. Differentiated
Marketing :
Perusahaan mengidentifikasikan
kelompok-kelompok pembeli tertentu dengan membagi pasar ke dalam dua kelompok
atau lebih, selain itu perusahaan membuat produk dan program pemasaran yang
berbeda-beda untuk setiap segmen.
3. Concentrated
Marketing :
Perusahaan memusatkan usaha
pemasarannya pada satu atau beberapa kelompok pembeli saja.
D. Penetapan Sasaran
Pasar
1. Mengevaluasi
Segmen Pasar
Mengevaluasi segmen pasar adalah
merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu atau lebih segmen
pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Apabila perusahaan ingin
menentukan segmen pasar mana yang akan dimasukinya, maka langkah yang pertama
adalah menghitung dan menilai profit dari berbagai segmen yang ada tadi. Maka
dalam hal ini pemasar harus mengerti betul tentang teknik-teknik dalam mengukur
potensi pasar dan meramalkan permintaan pada masa yang akan datang.
2. Memilih
Segmen Pasar
Untuk tujuan tersebut perusahaan
harus membagi-bagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama, setiap segmen pasar
kemudian dievaluasi, dipilih dan diterapkan segmen tertentu sebagai sasaran.
Dalam kenyataannya perusahaan dapat mengikuti salah satu diantara lima strategi
peliputan pasar, yaitu:
·
Konsentrasi pasar tunggal, ialah sebuah perusahaan dapat memusatkan
kegiatannya dalam satu bagian daripada pasar.
·
Spesialisasi produk, sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi satu
jenis produk.
·
Spesialisasi pasar, misalnya
sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat segala macam mesin tik, tetapi
diarahkan untuk kelompok pelanggan yang kecil.
·
Spesialisasi selektif, sebuah perusahaan bergerak dalam berbagai
kegiatan usaha yang tidak ada hubungan dengan yang lainnya, kecuali bahwa
setiap kegiatan usaha itu mengandung peluang yang menarik.
·
Peliputan keseluruhan, yang lazim dilaksanakan oleh industri yang lebih
besar untuk mengungguli pasar. Mereka menyediakan sebuah produk untuk setiap
orang, sesuai dengan daya beli masing-masing.
E. Pertimbangan
Tambahan
Ada dua pertimbangan
dalam mengevaluasi dan memilih segmen, yaitu:
1. Rencana
invasi segmen-per-segmen.
Rencana invasi perusahaan dapat
terbentur ketika menghadapi pasar yang tertutup. Oleh karena itu, penyerang
harus menemukan cara untuk masuk, yang biasanya memerlukan pendekatan
megapemasaran. Megapemasaran adalah koordinasi strategis dari keahlian ekonomi,
psikologi, politik, dan hubungan masyarakat, untuk mendapatkan kerja sama
sejumlah pihak untuk memasuki atau beroperasi di pasar tertentu.
2. Pilihan
etika target pasar.
Pemasar harus membidik segmen
secara cermat untuk menghindari kritik konsumen.
Estimasi Permintaan
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Dalam kegiatan perekonomian, tidak terlepas dari adanya
permintaan dan penawaran. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahasa masalah
“Estimasi Permintaan dan Pendekatan Riset Pemasaran”. Estimasi Permintaan itu
ada yang di lakukan secara langsung dan tidak langsung. Yaitu estimasi yang
bersifat kualitatif direktif. Diantaranya, Customer Survey, Metode Observasi,
dan Metode Market Eksperimen.
Selain itu, agar hasil analisis ini bersifat mendalam kita
harus membubuhinya dengan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif yang
sering digunakan adalah analisis Regresi. Pada makalah ini, akan di bahas juga
contoh analis yang menggunakan metode “Regresi”. Dan contoh penggunaan dari
metode Regresi tersebut.
Kemudian, dalam makalah ini juga di kaji tentang “Pendekatan
Riset Pemasaran”. Akan di bahas, gambaran umum dari Pendekatan Riset Pemasaran
itu seperti apa, dan akan di bahas lagi secara mendetail.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1 ESTIMASI PERMINTAAN
Estimasi permintaan merupakan kegiatan memperkirakan jumlah
permintaan konsumen terhadap barang atau jasa dimasa yang akan datang
berdasarkan data atau keadaan masa lalu dan saat ini. Dalam melakukan estimasi
permintaan konsumen, metode yang sering digunakan, antara lain:
1.Customer suatu metode yang digunakan untuk mengetahui sikapàSurvey dan persepsi para pelanggan dengan cara wawancara secara langsung atau memberikan questioner yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Kelemahan dari metode ini, antara lain: biaya relative mahal (besar), dan hasil survey tidak realistic karena konsumen tidak memberkan jawaban yang akurat (ditutupi kekurangan mereka).
1.Customer suatu metode yang digunakan untuk mengetahui sikapàSurvey dan persepsi para pelanggan dengan cara wawancara secara langsung atau memberikan questioner yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Kelemahan dari metode ini, antara lain: biaya relative mahal (besar), dan hasil survey tidak realistic karena konsumen tidak memberkan jawaban yang akurat (ditutupi kekurangan mereka).
suatu metode yang
digunakan untuk mengetahuià2.Metode
Observasi perilaku konsumen /pelanggan
dengan cara pengamatan yang dilakukan oleh salesman (ditugaskan oleh manager
perusahaan). Kelemahan dari metode ini adalah hasil dari sering kali tidak
memberikan gamabarn yang objektif dari konsumen, tapi gambaran justru subyektif
dari salesman.
suatu cara untuk
membuat estimasià3.Metode
Market Experiment permintaan dengan
malakukan uji coba dapa segmen pasar tertentu. Uji coba ini dilakukan dengan
memberikan perlakukan tertentu terhadap factor –factor yang mempengaruhi
permintaan
Metode estimasi permintaan konsumen yang ada diatas
merupakan beberapa metode estimasi yang bersifat kualitatif direktif, artinya
metode yang mengunakan data yang secara langsung diperoleh dari konsumen untuk
mengestimasi permintaan mendatang dengan mengunakan analisis secara kualitatif.
Agar hasil analisis ini bersifat mendalam kita harus
membubuhinya dengan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif yang sering
digunakan adalah analisis Regresi. Metode Regresi adalah metode statistik untuk
mencari besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.variabel bebas
antara lain: harga barang tersebut dan barang lain; pendapatan konsumen; selera
konsumen dan lain –lain. Varibel terikatnya adalah permintaan atas barang/ jasa
itu sendiri. Analisis Regresi ini terdapata dua macam yaitu: analisi regresi
sederhana dan berganda. Dalam analisis regresi sederhana persamaan dapat
dirumuskan dengan
Y = a + bX,dimana:
Y = a + bX,dimana:
b = ∑(Xt-X)(Yt-Y)
∑(Xt-X)2
a = Y – bX
∑(Xt-X)2
a = Y – bX
1.2. Pendekatan Riset Pemasaran
Konsep inti pemasaran sesungguhnya menekankan pada identifikasi kebutuhan konsumen, yang selanjutnya dibuat dan dikembangkan sebuah produk/jasa layanan kemudian dipertemukan dengan kebutuhan konsumen secara tepat. Proses identifikasi kebutuhan konsumen ini tentunya akan terus berlangsung karena pasar dan konsumen itu terus beruabah dan berkembang.
Konsep inti pemasaran sesungguhnya menekankan pada identifikasi kebutuhan konsumen, yang selanjutnya dibuat dan dikembangkan sebuah produk/jasa layanan kemudian dipertemukan dengan kebutuhan konsumen secara tepat. Proses identifikasi kebutuhan konsumen ini tentunya akan terus berlangsung karena pasar dan konsumen itu terus beruabah dan berkembang.
Diperlukan perangkat alat analisa yang ilmiah yang dapat
dipertanggungjawabkan baik secara tahapan, metodologi, perolehan data, dan
hasilnya secara ilmiah pula. Salah satu bidang ilmu terapan yang
mengkombinasikan ilmu pemasaran dengan metodologi penelitian ini adalah riset
pemasaran.
Riset pemasaran bukan monopoli para pelaku pasar saja, saat
ini kebutuhan riset pemasaran pun merambah hingga organisasi non profit seperti
partai politik. Seperti dalam Pilkada, beberapa calon pemimpin daerah dan
partai politik merengkuh kemenangan melalui informasi karakteristik “pasar”
calon pemilih saat menentukan tema dan pendekatan kampanye.
Dalam membahas riset pemasaran dibedakan dalam dua tujuan,
yakni penelitian teoritis atau akademis (theoritical research) dan penelitian
terapan (applied research). Penelitian teoritis umumnya dilakukan oleh
akademisi dan lebih berfokus pada pembuktian, evaluasi, atau pengembangan dari
teori-teori pemasaran. Sedangkan penelitian terapan berfokus pada proses
pengambilan keputusan dalam pemasaran.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
Penaksiran permintaan berkaitan dengan cara memperoleh
nilai-nilai parameter pada fungsi permintaan yang cocok pada saat kini.
Informasi ini penting bagi pengambilan keputusan sekarang dan dalam
mengevaluasi apakah keputusan sudah optimal dalam konteks situasi permintaan
sekarang.
Analisa regresi dari data yang dikumpulkan memungkinkan
perhitungan koefisien-koefisien fungsi permintaan, juga perhitungan beberapa
statistik yang menunjukan keyakinan yang bisa digunakan untuk mendapatkan
taksiran. Analisis regresi adalah suatu alat yang sangat baik bila digunakan
secara tepat untuk menaksir parameter parameter fungsi permintaan, berdasarkan
kaitan observasi dengan data runtut waktu maupun seksi silang.
Kesalahan-kesalah yang dapat membuat validitas teknik diatas berkurang telah
diperlihatkan sehingga peneliti dapat merumuskan masalah untuk analisis dengan
lebih baik dan menginterprestasikan hasil-hasil analisis dengan lebih baik
pula.
Secara sederhana dapat disimpulkan, para praktisi riset,
mendefinisikan riset pemasaran sebagai suatu identifikasi yang obyektif dan
sistematis, dilanjutkan dengan pengumpulan, analisa, dan perangkaian informasi
yang bertujuan untuk memperbaiki pengambilan keputusan yang berkaitan solusi
masalah dan penemuan peluang dalam proses pemasaran. Sementara riset pemasaran
yang dibicarakan saat ini umumnya dilakukan temporer dan bersifat ad hoc
(sementara), namun berkemampuan mengeksplorasi masalah dan identifikasi peluang
pasar secara lebih aktual. Baik berbasis MMIS maupun berdasar riset pemasaran,
para pengambil keputusan pemasaran akan dilengkapi “peta dan amunisi” yang
lengkap saat memasuki pasar dan menghadapi para kompetitor.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar